Pelatih Bhayangkara FC Kecewa Dengan Aremania

Posted on

Pertandingan antara Arema FC melawan Bhayangkara FC yang berakhir seri tadi malam (30/1/18) berlangsung dalam tempo tinggi dan keras. Beberapa gesekan pelanggaran keras kerap terjadi sepanjang pertandingan. Puncaknya adalah tekling keras dari arah samping dari Hanif Sjahbandi kepada pemain Bhayangkara FC, M. Ichsan.

Akibat pelanggaran ini pertandingan harus terhenti beberapa saat karena pemain kedua kubu terpancing keributan. Pemain-pemain Bhayangkara FC berharap Hanif Sjahbandi diganjar kartu merah akibat tekling tersebut. Bahkan pemain Bhayangkara FC asal Papua, Marinus Manewar terlihat menampar kepala Hanif Sjahbandi. Namun seperti merasa bersalah, Hanif Sjahbandi memilih untuk minggir ke lapangan dan tidak mau menanggapi keributan tersebut.

Simon Mcmenemy mengaku kecewa dengan reaksi Aremania (foto Sindo)
Simon Mcmenemy mengaku kecewa dengan reaksi Aremania (foto Sindo)

Tidak ketinggalan bench pemain dan official tim Bhayangkara FC juga nampak bergejolak akibat pelanggaran tersebut. Manajer tim Bhayangkara FC juga nampak marah-marah dengan keputusan wasit yang hanya mengganjar Hanif Sjahbandi dengan kartu kuning. Nampak pula pelatih Bhayangkara FC, Simon Mcmenemy yang terlihat berteriak marah-marah ke tribun penonton dan kemudian bertepuk tangan.

Menurut Simon Mcmenemy, ia sangat kecewa melihat ulah Aremania yang ia anggap tidak bersimpati dengan adanya tekling keras tersebut. Simon Mcmenemy mengaku kecewa melehat penonton yang malah bertepuk tangan seolah-olah penonton “terhibur” dengan kejadian tersebut. Padahal menurutnya tekling tersebut adalah sebuah pelanggaran keras yang layak mendapatkan hukuman setimpal. Simon Mcmenemy juga enggan mengomentari kepemimpinan wasit dalam pertandingan ini.

Namun kabar baik juga datang dari kondisi pemain M. Ichsan yang tidak mengalami cedera serius. Setelah diperiksa lebih lanjut pemain ini hanya mengalami cedera ringan.

Gravatar Image
Mengenal dan mulai menyukai Arema sejak tahun 1994. Meski tidak lahir di Malang, namun kecintaan terhadap Arema sudah tertanam sangat mengakar dan darah sudah menjadi biru Arema.