Review Arema FC vs Persela Lamongan 2-2: Kalah Motivasi

Posted on

Pertandingan perdana Arema FC melawan Persela Lamongan dalam turnamen Piala Presiden 2018 berakhir seri 2-2. Kedua tim bertanding di kondisi lapangan yang berlumpur berat setelah kota Malang seharian diguyur hujan deras. Arema FC mengawali pertandingan dengan sangat baik dengan mencetak 2 gol cepat. Sedangkan Persela Lamongan juga tampil sangat baik ketika pertandingan hendak berakhir dan berhasil memaksakan hasil seri.

Dalam pertandingan ini pelatih Joko Susilo menggunakan formasi andalan 4-5-1. Penjaga gawang yang bermain sejak menit awal adalah Joko Ribowo. Empat pemain belakang menurunkan duet bek tengah Arthur Rocha dan Purwaka Yudhi, bek kanan Saiful Indra Cahya serta di bek kiri menurunkan Johan Alfarizi.

Duet gelandang bertahan diisi oleh Hendro Siswanto dan Ahmet Atayew. Posisi sayap kanan memainkan kapten Dendi Santoso. Kemudian di sayap kiri Dedik Setiawan dimainkan sejak menit pertama. Gelandang serang ditempati oleh Rodrigo Ost yang menopang penyerang tunggal Thiago Furtuoso.

Arema FC vs Persela Lamongan berakhir seri (@aremafcofficial)
Arema FC vs Persela Lamongan berakhir seri (@aremafcofficial)

Sejak peluit dibunyikan wasit, Arema FC langsung menggebrak. Serangan lebih banyak dilakukan disisi sayap kanan yang ditempati Dendi Santoso. Arema FC unggul cepat pada detik ke 120 melalui tendangan salto Thiago Furtuoso yang berhasil menyelesaikan umpan cantik Dendi Santoso. Menit-menit awal Arema FC berhasil mengurung pertahanan Persela Lamongan yang seperti nampak tidak siap menghadapi serbuan pemain Arema FC.

Beberapa kali akselerasi Dendi Santoso disisi kiri pertahanan Persela Lamongan membuat mereka kerepotan. Dendi Santoso bermain luar biasa dan akhirya ia juga berhasil mencetak gol bagi Arema FC pada menit ke 11 setelah berhasil merebut bola dari kaki lawan dan kemudian mengecoh serta diselesaikan dengan tembakan mendatar ke tiang jauh.

Unggul 2-0 dalam tempo 12 menit Arema FC mulai nyaman menguasai pertandingan. Persela Lamongan yang tidak ingin menjadi bulan-bulanan akhirnya perlahan mulai bangkit. Semenjak water break, Persela Lamongan mulai menemukan irama permainannya dan mulai beberapa kali mengancam pertahanan Arema FC. Bahkan mereka hampir saja mencetak gol jika tidak digagalkan oleh Saiful Indra Cahya ketika gawang sudah melompong karena Joko Ribowo maju menghalau bola namun gagal.

Menjelang berakhirnya babak pertama, Persela Lamongan lebih menguasai permainan dan beberapa kali meneror pertahanan Arema FC. Kondisi lapangan yang berat sepertinya membuat stamina pemain Arema FC mulai kedodoran dan mulai kehilangan konsentrasi. Beruntung dengan berakhirnya babak pertama Persela Lamongan tidak berhasil mencetak gol.

Babak kedua Persela Lamongan yang tertinggal dua gol begitu menggebu-gebu menyerang pertahanan Arema FC. Beberapa kali serangan Persela Lamongan berhasil merepotkan lini belakang Arema FC. Gaston Castano sempat mengancam dengan memberikan tembakan ke gawang Arema FC namun berhasil ditepis oleh Joko Ribowo.

Arema FC juga sempat hampir menambah gol ketika Dedik Setiawan sudah berhasil mencip bola melewati penjaga gawang Persela Lamongan namun sayang bola berhasil dihalau oleh pemain belakang Persela Lamongan. Serangan bertubi-tubi Persela Lamongan akhirnya membuahkan hasil ketika penyerang asing yang baru dimasukkan yaitu Celin berhasil memperkecil ketertinggalan dengan mencetak gol pada menit ke 79. Gol ini bermula dari lengahnya pemain belakang Arema FC dalam mengantisipasi umpan terobosan lawan.

Sebelum terjadinya gol ini, Arema FC sebenarnya sudah merespon dengan memasukkan beberapa pemain baru untuk menambah daya gedor. Rivaldy Bawuo dimasukkan untuk menggantikan Dedik Setiawan dan M. Rafli masuk menggantikan Saiful Indra Cahya.

Namun Persela Lamongan tampil lebih semangat dan lebih dominan dalam permainan. Arema FC nampak seperti kelelahan dan kekurangan motivasi. Setelah mereka berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1, serangan mereka semakin bertubi-tubi ke gawang Arema FC yang nampak semakin kewalahan. Bahkan menit 85, Gaston Castano hampir membobol gawang Arema FC ketika berhasil mendahului perebutan bola dengan penjaga gawang Joko Ribowo. Headingnya hanya melenceng beberapa centimeter saja dari gawang yang sudah melompong.

Dalam usaha mempertahankan keunggulan, Arema FC memasukkan Muhammad Zaenuri. Namun apes, detik terakhir pertandingan Muhammad Zaenuri menjadi pesakitan dengan melakukan heading kedalam gawangnya sendiri sehingga Persela Lamongan berhasil menyamakan kedudukan 2-2.

Hingga berakhirnya pertandingan, kedudukan sama kuat berakhir di skor 2-2. Secara umum babak kedua Arema FC mengalami penurunan permainan serta motivasi. Berbeda dengan Persela Lamongan yang begitu spartan melakukan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Arema FC. Hasil 2-2 sangat pantas didapatkan oleh Persela Lamongan yang tampil lebih baik dalam pertandingan ini.

Gravatar Image
Mengenal dan mulai menyukai Arema sejak tahun 1994. Meski tidak lahir di Malang, namun kecintaan terhadap Arema sudah tertanam sangat mengakar dan darah sudah menjadi biru Arema.