Review PSIS Semarang VS Arema FC 1-3: Modal Lolos

Posted on

Arema FC berhasil memetik kemenangan 1-3 dalam pertandingan kedua Piala Presiden 2018. Bermain dihadapan sekitar 8000 penonton yang memadati Stadion Kanjuruhan, Arema FC berhasil membukukan kemenangan atas PSIS Semarang dan membuka peluang untuk lolos dari babak penyisihan grup E.

Dalam pertandingan ini Arema FC tetap turun dengan formasi 4-5-1. Penjaga gawang yang bermain mulai menit awal adalah Kurniawan Kartika Ajie. Kuartet pemain belakang di isi oleh Saiful Indra Cahya di posisi bek kanan. Johan Alfarizi di posisi bek kiri. Duet bek tengah kali ini masih di isi oleh Arthur Rocha dan Purwaka Yudhi. Sedangkan dua gelandang jangkar masih dipercayakan kepada Ahmet Atayew dan Hendro Siswanto. Pemain sayap kanan Ridwal Tawainella dipercaya turun sebagai starter. Kemudian Dendi Santoso kali ini menempati posisi sayap kiri. Rodrigo Ost seperti biasa bermain sebagai gelandang serang yang berdiri di belakang penyerang tunggal Thiago Furtuoso.

Arema FC memulai pertandingan dengan langsung melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan PSIS Semarang. Kombinasi Ahmet Atayew dan Rodrigo Ost dalam mengalirkan bola terlihat menonjol pada awal pertandingan. Ridwan Tawainella tampil cepat di sisi sayap kanan Arema FC. Kolaborasinya dengan bek kanan Saiful Indra Cahya sangat merepotkan sisi kiri pertahanan PSIS Semarang.

Arema FC mendapatkan gol cepat pada menit ke 3 akibat gol bunuh diri bek kiri PSIS Semarang, Rio Saputro. Rio yang bermaksud menghalau umpan silang Saiful Indra Cahya malah membelokkan bola ke arah gawangnya sendiri. Setelah gol ini Arema FC tidak henti-hentinya melakukan serangan bergelombang. Serangan bergelombang Arema FC akhirnya membuahkan hasil lagi pada menit 7 Johan Alfarizi mampu menambah gol setelah menyundul bola ketika ada kemelut di muka gawang PSIS Semarang.

Arema FC berhasil kalahkan PSIS Semarang 3-1 (@aremafcofficial)
Arema FC berhasil kalahkan PSIS Semarang 3-1 (@aremafcofficial)

Setelah unggul dua gol, belum ada indikasi dari Arema FC untuk menurunkan tempo permainan. Kombinasi serangan sayap dan dari lini tengah terus diupayakan oleh Arema FC. Thiago Furtuoso yang bermain sebagai penyerang tunggal juga bermain cukup bagus dengan mengandalkan kekuatan fisik dipadu dengan kecepatannya. Pada menit ke 30, Ridwan Tawainella mengalami cedera dan akhirnya digantikan oleh Jefri Kurniawan.

Memasuki menit ke 30 setelah water break, PSIS Semarang langsung tampil menggebrak dengan melancarkan serangan gencar ke lini pertahanan Arema FC. Beberapa kali serangan mereka sangat merepotkan pertahanan Arema FC yang nampak kaget dengan upaya ini. Beberapa kali lini pertahanan Arema FC nampak lowong dan meninggalkan celah yang mampu dimanfaatkan pemain-pemain PSIS Semarang untuk memberikan tekanan. Mendekati akhir babak pertama, tekanan yang dilancarkan kedua tim masih datang silih berganti. PSIS Semarang juga makin nampak berani untuk menekan Arema FC yang nampak makin kewalahan.

Beruntung PSIS Semarang tidak mampu memanfaatkan beberapa peluang yang mereka dapatkan. Akhirnya babak pertama usai dengan kedudukan 0-2 untuk keunggulan Arema FC.

Mengawali babak kedua, tepatnya pada menit 46, Arema FC unggul cepat melalui skema serangan balik cepat. Thiago Furtuoso yang mendapatkan umpan teroboson melakukan solo run cepat dan berhasil melewatkan bola dari penjaga gawang PSIS Semarang yang bermaksud maju untuk menghalau bola hingga keluar kotak pinalti. Thiago Furtuoso dengan dingin melakukan tendangan keras ke gawang kosong meski dihadang oleh 3 pemain di muka gawang.

Unggul 3-0 membuat pemain Arema FC nampak nyaman menguasai bola dan sedikit membuat mereka terlena. PSIS Semarang yang dalam keadaan tertinggal tidak patah semangat dan tetap mencoba untuk mencetak gol ke gawang Arema FC. PSIS Semarang melakukan beberapa pergantian pemain yang sangat efektif menambah daya dobrak mereka.

Pada menit ke 68, PSIS Semarang mendapatkan tendangan bebas yang berhasil dikonversi menjadi gol. Hari Nur Yulianto yang berhasil merangsek lepas dari kawalan pemain Arema FC mampu membelokkan arah bola yang meluncur deras ke gawang Kurniawan Aji yang kalah cepat menyongsong bola.

Melihat alur serangan PSIS Semarang yang makin gencar, pelatih Arema FC, Joko Susilo juga melakukan beberapa pergantian pemain untuk menambah intensitas permainan. Dedik Setiawan dan Hanif Sjahbandi dimasukkan menggantikan Rodrigo Ost yang sudah nampak kelelahan dan Jefri Kurniawan yang nampak mengalami cedera. Namun masuknya dua pemain ini belum terlalu memberikan pengaruh bagi skema permainan Arema FC.

PSIS Semarang masih tidak kenal lelah melakukan serangan ke kubu Arema FC. Beberapa peluang mereka dapatkan seperti ketika tendangan melengkung Komaruddin yang cantik namun hanya membentur mistar gawang Arema FC. Kondisi lapangan yang licin sepertinya cukup membuat stamina beberapa pemain Arema FC terkuras dengan cepat.

Beruntung hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan PSIS Semarang tidak mampu menambah gol. Skor akhir adalah 1-3 untuk kemenangan Arema FC. Kemenangan ini menghidupkan peluang bagi Arema FC untuk lolos ke babak selanjutnya. Pertandingan terakhir dipastikan akan lebih sengit ketika melawan Bhayangkara FC yang sama-sama memiliki poin 4 dengan Arema FC.

Masih banyak pekerjaan yang harus segera dibenahi oleh pelatih Joko Susilo. “Penyakit” setelah unggul seperti membiarkan pemain lawan menguasai permainan dan juga berkurangnya pressing harus segera dibehani. Bhayangkara FC memiliki pemain yang lebih berkualitas jika dibandingkan dengan PSIS Semarang. Tentu persiapan lebih matang harus segera dipersiapkan agar misi lolos bisa diamankan oleh Arema FC.

Gravatar Image
Mengenal dan mulai menyukai Arema sejak tahun 1994. Meski tidak lahir di Malang, namun kecintaan terhadap Arema sudah tertanam sangat mengakar dan darah sudah menjadi biru Arema.