Review Sriwijaya FC VS Arema FC 3-1: Kalah Strategi

Posted on

Arema FC gagal mempertahankan gelar juara Piala Presiden. Pada pertandingan babak delapan besar yang diwarnai oleh dua tendangan pinalti untuk tim Arema FC, mereka harus mengakui keunggulan tim Sriwijaya FC dengan skor 3-1.

Dalam pertandingan ini Arema FC tampil dengan formasi 4-3-3 yang bertransformasi menjadi 4-3-1-2 dalam beberapa kondisi. Penjaga gawang masih dipercayakan kepada Kurniawan Kartika Ajie. Kuartet lini belakang dengan absennya Arthur Rocha kali ini Bagas Adi Nugroho dipercaya berduet dengan Purwaka Yudhi. Bek kanan Saiful Indra Cahya dan bek kiri masih Johan Alfarizi. Trio gelandang kali ini di isi oleh Hanif Sjahbandi, Ahmet Atayew dan Hendro Siswanto. Di lini depan 3 pemain di isi oleh Dedik Setiawan, Dendy Santoso dan Rodrigo Ost.

Mengawali pertandingan Arema FC sedikit lebih banyak ditekan oleh Sriwijaya FC. Namun ketenangan lini belakang dalam komando Purwaka Yudhi berhasil menjinakkan beberapa peluang lawan. Arema FC lebih banyak mengandalkan serangan balik dari sisi sayap. Dedik Setiawan sering melebar ke arah kanan untuk menarik permain bertahan Sriwijaya FC.

Trio lini tengah yang di isi oleh Ahmet Atayew, Hendro Siswanto dan Hanif Sjahbandi bermain bagus untuk berduel dengan lini tengah Sriwijaya FC. Ahmet Atayew yang berada di poros gelandang tengah berhasil memberikan perlindungan pertahanan dengan sesekali memberikan umpan-umpan datar yang terukur. Hendro Siswanto dan Hanif Sjahbandi bergantian memberikan dukungan serangan dan menjadi penghalau pertama ketika Sriwijaya FC melakukan serangan.

Review Sriwijaya FC VS Arema FC
Review Sriwijaya FC VS Arema FC (@aremafcofficial)

Meskipun sepanjang babak pertama Arema FC lebih banyak ditekan, namun serangan balik yang dilancarkan oleh Arema FC berhasil menciptakan peluang yang lebih menggigit. Bahkan seandainya Dendi Santoso bisa lebih tenang memanfaatkan peluang ketika sudah berhadapan dengan penjaga gawang Teja Paku Alam, Arema FC bisa saja mencetak gol. Namun sayang sekali peluang emas Dendi Santoso terbuang begitu saja.

Dedik Setiawan juga mendapatkan 2 kali kesempatan melakukan percobaan tendangan ke gawang namun semuanya masih meleset. Rodrigo Ost juga sempat memiliki sebuah peluang manis melakukan tembakan langsung ke arah gawang namun berhasil di blok oleh pemain lawan.

Penjaga gawang Arema FC, Kurniawan Kartika Ajie sepanjang babak pertama relatif bermain tanpa tekanan berarti. Memang ada beberapa kali tendangan bebas yang di eksekusi oleh Adam Alis yang menusuk ke arah gawang namun tidak membahayakan gawang Arema FC. Babak pertama berakhir dengan skor sama kuat 0-0.

Babak kedua Arema FC melakukan beberapa pergantian untuk menambah daya dobrak. Rodrigo Ost yang melempem sepanjang babak pertama ditarik keluar digantikan oleh Rivaldy Bawuo. Saiful Indra Cahya yang nampak mengalami cedera digantikan oleh Agil Munawar. Masuknya Rivaldy Bawuo memberikan beberapa tekanan ke gawang Sriwijaya FC.

Arema FC mendapatkan keuntungan ketika mendapatkan tendangan pinalti pada menit 67. Dedik Setiawan yang dilanggar oleh Bio Paulin mengambil sendiri tendangan pinalti tersebut. Namun sayang tendangan Dedik Setiawan yang mendatar mampu dibaca dengan baik oleh Teja Paku Alam.

Setelah pinalti gagal tersebut, sepertinya konsentrasi para pemain Arema FC mulai menurun. Hal ini mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Sriwijaya FC. Pada menit ke 67, Sriwijaya FC berhasil unggul melalui Bio Paulin yang berhasil menyundul umpan sepak pojok yang diambil oleh Adam Alis. Tertinggal 1-0 permainan Arema FC nampak makin menurun dan semakin kehilangan fokus. Banyaknya pelanggaran dan bola mati akhirnya mampu dimanfaatkan lagi oleh Sriwijaya FC untuk menambah gol. Pada menit ke 71 Sriwijaya FC kembali menambah gol melalui bola mati yang diambil oleh Abimanyu.

Merespon ketertinggalan, pelatih Arema FC melakukan beberapa perubahan. Yang mengejutkan, penjaga gawang Kurniawan Kartika Ajie ditarik keluar digantikan oleh Reky Rahayu serta Hanis Sjahbandi digantikan oleh penyerang jangkung Ahmad Nur Hardianto.

Pada menit ke 82, Arema FC mendapatkan keuntungan lagi setelah kembali mendapatkan tendangan pinalti. Pinalti diberikan setelah Johan Alfarizi yang melompat mendapatkan sikutan dari Alfin. Dengan dingin, pinalti di eksekusi oleh Ahmad Nur Hardianto dan berhasil memperkecil ketertinggalan Arema FC menjadi 2-1. Gol ini menjadi penambah semangat bagi Arema FC untuk memperkecil ketertinggalan.

Di saat Arema FC gencar melakukan serangan, sepertinya fokus pertahanan menjadi berkurang. Melalui serangan balik, pada menit ke 84 Arema FC kembali makin tertinggal setelah sebuah serangan balik Sriwijaya FC mampu merobek gawang Arema FC. Beto Goncalves akhirnya mampu mencetak gol pertamanya pada ajang Piala Presiden 2018 ini. Arema FC tertinggal 3-1.

Tertinggal 3-1, Arema FC masih mencoba untuk mengejar ketertinggalan. Dendi Santoso menjadi motor serangan melalui lini tengah. Namun rapatnya lini pertahanan Sriwijaya FC sulit ditembus oleh Arema FC. Kondisi fisik yang makin menurun juga mulai mengurangi intensitas serangan kedua tim. Sriwijaya FC yang sudah unggul 3-1 mulai memperlambat tempo permainan. Mereka lebih banyak memperlambat permainan ketika memegang bola.

Hingga peluit pertandingan berakhir ditiup oleh wasit, skor tetap bertahan 3-1 untuk keunggulan Sriwijaya FC. Dengan kekalahan ini Arema FC dipastikan gagal mempertahankan gelar Piala Presiden dan harus angkat koper untuk pulang menuju kota Malang.

Gravatar Image
Mengenal dan mulai menyukai Arema sejak tahun 1994. Meski tidak lahir di Malang, namun kecintaan terhadap Arema sudah tertanam sangat mengakar dan darah sudah menjadi biru Arema.